JAKARTA Megawati tidak ada
keraguan memajukan Jokowi sebagai Capres PDI Perjuangan 2014. Menurut
Megawati, Jokowi adalah kehendak sejarah yang tidak bisa dihambat siapa
pun.
Demikian informasi bocoran National Security Agency (NSA) Singapura
yang diperoleh baranews.co Jumat (3/1) siang. “NSA Singapura memantau
percakapan Megawati dengan berbagai pihak,” kata sumber itu.
Dikatakan, dalam kelompok-kelompok kecil yang dekat dengan Megawati,
malah banyak yang tidak tahu, apa sebetulnya yang ada di kepala
Megawati, apakah memajukan Jokowi atau memajukan dirinya sendiri.
Dari semua percakapan Megawati dengan Jokowi selama ini, yang
rata-rata bertemu tiga kali seminggu, tidak ada staf yang ikut sehingga
tidak ada yang tahu detail pertemuan kedua tokoh. Persisnya, hanya
Megawati dan Jokowi yang tahu.
“Tentu saja Megawati berpikir untuk bangsa. Kepentingan PDI
Perjuangan, bagi Mega masih kalah dibanding kepentingan bangsa. Makanya
memajukan Jokowi,” tambahnya.
Tidak dirinci, bagaimana NSA Singapura memantau Megawati. Dalam
berbagai berita, sebelumnya dikatakan, Singapura, Korea Selatan,
Australia, membantu NSA Amerika. Namun yang menjadi polemik, hanya
aktivitas NSA Australia.
Menurut sumber yang dekat intelijen asing, Megawati sekarang tinggal
mencari Cawapres mendampingi Jokowi. “Dengan membaca bahasa tubuh
Megawati, sebetulnya publik sudah tahu siapa yang akan dimajukan
mendampingi Jokowi,” katanya.
Ditanya, apakah Megawati akan memajukan Pranda Prabowo atau Puan
Maharani, sumber menampik. “Ibu Megawati berpikir untuk bangsa, bukan
hanya untuk PDI Perjuangan. Jadi bukan salah satu dari kedua anaknya.”
tandasnya. (sm)
sumber: platmerah.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar